Menjaga “Electric Power Steering” Awet!

129_1102_10_o+129_1102_2011_ford_f150_first_drive+electric_power_assisted_steeringUmumnya, mobil-mobil keluaran terbaru, menggunakan power steering yang digerakkan oleh motor listrik (EPS: Electric Power Steering). Untuk mengetahui mobil yang menggunakan EPS sangat mudah. Buka kap mesin, lihat apakah ada pompa dan selang power steering di dekat dinding antara kabin dan ruang mesin (firewall) atau tidak? Jika tidak ada, dipastikan mobil tersebut sudah menggunakan EPS.

Teknologi tersebut bisa dikatakan minim perawatan karena semua sudah diatur oleh modul. “Power steering listrik umumnya rusak karena penggunanyakurang apik dan cenderung sembrono,” jelas Julius, pengelola bengkel spesialis power steering, Botak Seng di kawasan Fatmawati, Jakarta.

Dibeberkan, masalah yang biasa terjadi, muncul suara “tek-tek” saat melewati jalan rusak atau berlubang. Selain itu,getaran setir sangat lebih keras. Berikut faktor yang menyebabkan EPS rusak.

1. Menerjang jalan rusak. EPS akan mudah mengalami kerusakan jika kerap melewati jalan rusak atau berlubang. Makin parah lagi jika pengemudi melintas pada kecepatan tinggi. Getaran dan hentakan keras yang diterima rack steer bisa merusak poros rack steer (as).

Selain itu, kemungkinan karet pelindung jakan robek, apalagi jika kondisinya sudah rengat. Jika hal tersebut terjadi, air, debu dan kotoran akan masuk ke as setir dan menyebabkannya berkarat. Indikasi as setir kotor dan berkarat, saat diputar berbunyi. Setir juga berat ketika diputar.

2. Hindari banjir. Khususnya, bagi pemilik Honda. Pasalnya, motor listrik dipasang langsung pada as setir, sejajar dengan as roda. Jika air sampai merendam, motor listrik bisa rusak. Bila sudah rusak, motor listrik tersebut harus diganti karena tidak bisa diperbaiki.

Beberapa merek lain meletakkan motor listrik di dalam kabin di atas pedal gas. Untuk memastikan letak motor listrik, Anda bisa menanyakan ke mekanik bengkel kepercayaan Anda untuk langkah preventif.

3. Usia. Biasanya EPS sudah mulai bermasalah (timbul bunyi-bunyi) ketika umur mencapai 5 tahun lebih atau telah menempuh jarak 100.000 km. Menjadi lebih pendek ketika kerap digunakan secara tidak wajar. “Kalau pemiliknya telaten dan tidak pernah terendam air, pemakaian bisa lebih dari 5 tahun. Pemeliharaan, cukup ganti karet pelindung as setir,” terang Julius.

Perbaikan EPS membutuhkan biaya lebih besar, paling murah Rp 1,5 juta. Untuk penggantian komponen harganya bervariasi tergantung merek.